What I Like to Cook

AYAM UNGKEP

Ssssttt….

Punya stok ayam siap goreng di kulkas itu harus lho. Ah masa ?

Yak! Karena ayam ungkep bisa digoreng segera untuk bekal ke sekolah dan … kantor. Atau, di pagi-pagi saat bangun agak siang dan belum sempat masak yang lain. Pun, saat pulang dari bepergian dalam keadaan perut lapar. Pokoknya seperti lauk siap saji tapi ga mesti beli. Tapi sayangnya, meski seharusnya selalu tersedia, saya tetap saja beberapa kali tak punya stok ayam ungkep di kulkas. Biasanya karena tak sempat ke pasar. Atau, pas ke pasar eh… ayam kampungnya kadung laris tak kebagian. Alasan lain, karena tak suka belanja ayam di tukang sayur. Kenapa? Pertama, karena ayam tukang sayur biasanya ayam ras dan saya lebih suka ayam kampung. Kedua, karena tak yakin dengan kualitasnya. Lalu kenapa juga tak langsung beli dari tukang ayam ungkep yang suka lewat tiap pagi di komplek? Ga suka karena sama saja artinya makan di warung. Lebih mending langsung beli ayam gorengnya sekalian jadi tak perlu repot goreng-goreng lagi.

Di saat baru belajar bikin ayam ungkep, saya masih pakai ayam ras yang dibeli di pasar. Bumbunya dibeli di tukang sayur. Setelah berapa kali, ngerasa kog bumbunya seperti bau obat. Mertua juga cerita ga pernah mau beli bumbu ayam goreng siap pakai, karena rasanya beda. Karena ga sreg lagi, jadilah saya mulai ungkep ayam dengan bumbu sendiri dan ternyata tak sulit. Setidaknya sudah pas dengan lidah saya dan anak-anak. Untuk ayamnya, saya ganti dengan konsumsi ayam kampung karena si daddy ternyata ga suka makan ayam. Berapa kali diperhatikan, dia baru akan makan kalau jenisnya ayam kampung, meski itu juga sesekali. Saya pun sebetulnya lebih akrab dengan ayam kampung, karena selama di rumah dulu, papa dan mama selalu beternak ayam kampung di belakang rumah. Tak banyak, hanya untuk dimakan sendiri. Biasanya kalau tak punya lauk lain, mama akan minta papa untuk potong ayam buat hidangan makan malam. Cukup direbus dengan jahe, merica, dan garam. Itu saja bisa bikin nambah nasi berkali-kali, sambil seruput kuah kaldunya yang bening dan gurih.

Nah untuk ayam ungkep, ini resep yang saya pikir-pikir sendiri. Cemplang cemplung, tapi ternyata pas-pas saja di lidah anak-anak, terutama si kakak, yang seringkali bosan kalau tiap hari makan ikan.

Ayam Ungkep /

Ayam Goreng

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung, bersihkan. Potong 8, sisihkan kepala, kaki, dan hati
  • air kelapa secukupnya. Kalau tak punya stok air kelapa, kadang saya ganti dengan santan encer.
  • kelapa parut (opsional). Kadang saya pakai, kadang ngga. Dipakai hanya untuk tambahan bumbu agar pas digoreng, bisa dapat lebih banyak kremesan.

Bumbu Halus:

  • 5 butir bawang merah
  • 5 butir bawang putih
  • 2 ruas jahe secukupnya (kadang ga pakai, kalau pas tak punya stok)
  • 1 – 2 ruas kunyit
  • ketumbar secukupnya
  • merica secukupnya
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya. Kalau sudah pakai air kelapa, biasanya saya tak lagi membubuhkan gula.

Cara Membuat:

  • Masukkan ayam dan semua bahan ke dalam panci. Masak dengan api sedang hingga ayam masak dan bumbu kering meresap.
  • Matikan api. Dinginkan. Lalu, simpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas.
  • Goreng sebelum disajikan.

Nah ini cerita tentang ayam ungkep saya. Untuk resepnya, selamat mencoba … kalau suka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s