What I Like to Cook

Lontong Sayur

Menu ini selalu jadi salah satu favorit saya. Sejak kapan? Tak ingat pasti. Meski suka sekali, bukan berarti saya akan dengan mudah menyantap lontong sayur bakulan di luar rumah, betapapun menggodanya. Bagaimana tidak? Dengan kuah kental pekat kuning kemerahan dan potongan lontong yang mulus dan kenyal itu. Lantas ?

Saya hanya merasa lebih puas setelah menikmati seporsi lontong sayur bikinan sendiri. Selain rasanya lebih pas selera, bahan-bahannya juga bisa disesuaikan. Tambah lagi, bisa dimakan buat seharian, 3-4 orang. Tapi tak mirip dengan ‘lonsay’ bakulan memang. Buat yang doyan jajan, masakan saya bisa jadi tak menarik. Tak pekat oleh santan, tak punya riak merah berlemak. Juga, tak pedas karena menyesuaikan selera anak-anak. Dan yang paling penting, tak gurih karena tak pakai penyedap rasa. Ringan! Itu kata yang tepat untuk menggambarkannya. Ga pake bersalah! Itu yang dirasakan pas setelah makannya.

Menu ini kerap terhidang lagi dan lagi di meja makan. Biasanya, saat anak-anak mulai bosan dengan nasi dan ingin variasi. Saya pun. Tapi, walau sering dibuat berulangkali, ga berarti saya bisa luwes masak menu ini tanpa nyontek lhoAwalnya, nyatet resep sayur labu siam dari banyak blog tukang masak. Lama-lama, catatannya mulai buluk. Lama-lama, takarannya tak lagi sesuai catatan. Jadi, rasanya perlu ditulis kembali resep versi sendiri ke catatan digital yang ga bakalan kena tumpahan minyak atau air. Buat jaga-jaga, jika suatu waktu perlu nyontek. Atau mungkin ga ya dimasak ulang suatu saat sama si kakak?


LONTONG SAYUR LABU SIAM

Lontong:

Bahan : Beras secukupnya, cuci bersih. Untuk satu plastik ukuran 1/2 kg, masukkan 4-5 sdm beras. Ikat simpul ujungnya. Tusuk-tusuk merata seluruh bagian plastik.

Cara Membuat: Rebus dan pastikan seluruh kantong terendam air. Periksa sesekali untuk memastikan tekstur dan kepadatan lontong.

Sayur Labu Siam

Bahan:

  • 1 buah labu siam, potong korek api.
  • 1/4 kg udang kecil, kupas
  • 1-2  helai daun salam
  • 1 batang serai
  • santan encer secukupnya.  (ga pakai takaran. Karena biasanya nyetok santan di kulkas dalam bungkus-bungkus kecil. Jadi kalau mau dipakai buat masak sayur ini, tinggal ambil 1-2 bungkus lalu tambahkan air secukupnya. Balik lagi ke cerita di atas, justru bikin ‘lonsay’ sendiri karena ga mau kuah yang pekat berminyak kan.)
  • minyak untuk menumis

Bumbu halus:

  • 2 buah cabe keriting. bisa diganti 1 buah cabe merah besar. atau bisa juga cabe giling kalau lagi pengen ngabisin stok. Yang jelas karena cabenya ga banyak, jadi ga bakalan merah berminyak gitu jadinya. Kalau resep lain, ada yang malah pake 10 buah cabe merah besar.
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 butir kemiri, sangrai.
  • garam dan gula secukupnya

Pelengkap:

  • Tahu. Potong-potong lalu goreng sampai berkulit. (opsional, kadang pakai kadang ngga)
  • Telur rebus
  • Bawang goreng
  • Kerupuk udang
  • Sambal terasi

Cara Membuat:

  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus hingga matang dan harum. Masukkan daun salam dan serai.
  2. Tuang santan, masak hingga mendidih sambil diaduk.
  3. Masukkan labu siam. Didihkan.
  4. Masukkan udang. (Ada yang memasukkan udang pada saat menumis bumbu. Tapi karena udang mudah matang, jadi saya masukkan di akhir saja. Biar ga overcook maksudnya).
  5. Bumbui gula garam. Masak hingga matang.
  6. Angkat dan siap disajikan dengan lontong dan pelengkapnya

Pas lagi pengen pedes, bikin sambel terasi yang nampol. Kan anak-anak biasa ga pake tuh, jadi aman lah. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s